UAS
Disusun guna memenuhi UAS mata
kuliah E-LEARNING
Disusun oleh :
Misbakhul
Muchsin (932504815)
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN BAHASA ARAB
JURUSAN
TARBIYAH
INSTITU AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) KEDIRI
TAHUN 2018
Pengajian Kitab
Secara umum
pengajian kitab di pesantren manapun menerapkan dua sistem;
A. Sorogan adalah metode pembelajaran siswa/
santri aktif di hadapan seorang guru, dengan cara peserta didik/ santri
membacakan materi ajar untuk mendapatkan koreksi dan tashih.
Istilah
sorogan digunakan untuk sorogan Alquran dan sorogan kitab kuning.
Di hadapan
seorang guru (biasa disebut Penyorog), seorang peserta didik (santri) membaca
kitab kuning beserta maknanya –biasanya menggunakan bahasa Jawa– dengan metode
pemaknaan ala “utawi iki iku”. Sedangkan Penyorog menyimak bacaan,
mengingatkan kesalahan dan sesekali meluruskan cara bacaan yang benar.
Dengan
metode pemaknaan “utawi iki iku” semacam ini, terangkum empat sisi
pelatihan
- Kebenaran harakat, baik harakat mufradat (satu per satu kata) dan harakat terkait i’rab
- Kebenaran tarkib (posisi kata dalam kalimat, mirip dengan S-P-O-K {Subyek – Predikat – Obyek – Keterangan} dalam struktur bahasa Indonesia)
- Kebenaran makna mufradat (kosakata)
- Kebenaran pemahaman dalam masing-masing disiplin ilmu.
B. Bandongan adalah metode pembelajaran guru
aktif dengan cara guru membacakan materi ajar untuk kemudian disimak dan
dicatat oleh peserta didik/ santri.
Biasanya,
dalam sistem bandongan, santri juga membawa kitab kuning untuk kemudian ditulis
makna per kata sebagaimana dibacakan oleh guru/ kiai.
Dalam
pengajian Alquran, sistem bandongan ini sama halnya dengan semaan Alquran.












